Tempat Istirahat ala Lokananta Terrace Resto



Bagi sebagian besar pencinta makanan, resto adalah salah satu tempat yang bukan asing lagi untuk dikunjungi. Selama ini Resto lebih terkenal sebagai tempat yang pas untuk mencicipi beragam makanan dan minuman lokal maupun internasional.

Kini di berbagai tempat yang strategis banyak resto yang bermunculan. Tinggal bagaimana pengelola itu bisa menawarkan kelebihan resto tersebut agar menarik pengunjung untuk merasakan hidangan yang ditawarkan.
Lokananta Terrace Resto adalah satu dari ratusan resto yang hadir di kota Jakarta. Kalau dilihat sekilas memang terlihat biasa saja. Akan tetapi jika sudah masuk ke dalam restoran, yang mulai beroperasional sejak 31 Desember 2003 ini, pengunjung akan merasakan suasana yang nyaman serasa di tempat peristirahatan.

Tempat ini memang cocok dijadikan alternatif peristirahatan oleh sebagian orang yang tengah menjalani banyak aktivitas kota Jakarta. Karena letak restoran ini bisa dikatakan strategis, yaitu terletak di perbatasan antara areal pemukiman dan bisnis area, Lokananta Terrace Resto telah menarik perhatian dan mempunyai cukup banyak pelanggan tetap. Lokasi yang berdekatan dengan Rumah Sakit Bersalin, Gereja GKI, dan beberapa sekolah juga menjadi daya tarik sendiri untuk menguatkan market yang ada.

Menurut Manager Lokananta Terrace Resto, Hendry Syamsul, F&B restonya memang sejak awal kehadirannya dirancang untuk bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menjadi tempat berkumpul dengan teman, keluarga bahkan hingga meeting dengan suasana semi formal. Makanya tidak mengherankan jika pada sore hingga malam harinya terlihat pengunjung datang ke resto bersama keluarganya, seakan berada di rumah sendiri. Kalau dilihat pembagian tempatnya Lokananta Terrace Resto dibagi dua restoran daerah, satu indoor dining area yang terdiri dari lantai loteng tengah dan 3 set sofa, yang dapat memfasilitasi 60 orang nyaman, kedua di luar wilayah yang menyediakan 40 duduk dengan bersantap patio taman tropis sekitarnya.

Menurut Hendry, beragam fasilitas ini ditawarkan demi mewujudkan kualitas pelayanan, service yang baik, dan kenyaman tempat, selain itu Lokananta juga memberikan fasilitas tambahan berupa cablevision, sebagai penunjang kebutuhan masyarakat saat ini.

Fasilitas free Wifi internet connection yang kini mulai ditawarkan oleh sebagian besar resto dan kafe di berbagai tempat, bagi Lokananta hal ini tidak menjadi hal yang baru. Karena sejak 2003 resto ini sudah memberikan layanan free wifi internet connection. Tempat yang didirikan oleh sekelompok pebisnis muda ini, dirancang sedemikian rupa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang jasa makanan dan minuman yang bermutu tapi dengan menawarkan harga yang terjangkau. Beragam makanan ditawarkan mulai dari makanan khas Indonesia seperti buntut panggang dan nasi goreng gila, makanan Eropa seperti grilled ribs wine sauce. Ada beberapa makanan khas di tempat ini yang menjadi keunggulan Lokananta dan ada pula makanan yang dihasilkan dari mengkombinasikan dua budaya yang berbeda tersebut. Makanan tersebut antara lain chicken mozzarella with tabasco sauce dan Buntut goreng lokananta. “ Perpaduan gaya dapur kami memberikan berbagai jenis makanan dan minuman, menggabungkan masakan timur dan masakan barat,” ungkap Hendry.

Menurut Hendry, maraknya Kehadiran aneka jenis resto dan kafe membuktikan prosek bisnis ini sangat bagus. Hal ini bukan menjadi hambatan untuk menjalankan usaha ini. Tantangannya sekarang ini adalah bagaimana resto dan kafe memberikan menu dan pelayanan yang terbaik kepada konsumen. “ Diharapkan dengan memberikan layanan terbaik ini konsumen kita akan memberikan penilaian yang terbaik pula kepada kita, “ katanya. Makanya tidak mengherankan jika motto lokananta adalah “We Serve You with Heart.” K-10

Lokananta Terrace Resto
Lokasi : Jl. Panglima Polim II No. 2, Jakarta Selatan–12160
Phone : (021) 724 6364

 

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...