Kuliner Indonesia, Saatnya Menjadi Tuan Rumah



Peranan Chef dalam mengembangkan kekayaan kuliner Indonesia sangatlah penting. Bila belajar dari beberapa negara -seperti Thailand, Cina, Jepang- yang memiliki kuliner maju hingga terkenal ke manca negara, chef memiliki arti penting dalam memperkenalkan masakan khas masing-masing negara.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Indonesian Chef Association (ICA), Chef Kelana, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih terkutub pada masakan masing-masing daerah. ?Orang masih lebih suka bicara masakan berdasarkan asal daerahnya, misalnya masakan Padang, Jawa, dan lainnya. Lalu mana Indonesian foodnya ?? tanya Chef Kelana.

Berdasarkan hal tersebut, para Chef Indonesia akhirnya membentuk Indonesian Chef Association (ICA) dengan tujuan mempromosikan kualitas dan kekayaan kuliner Indonesia dari setiap provinsi. ICA beranggotakan para ahli pengolahan makanan yang memiliki ketertarikan pada dunia kuliner. Visi dari ICA adalah mengembangkan pribadi dengan disiplin ilmu untuk menjadi ahli di bidang pengolahan makanan; serta menghimpun dan mempersatukan semua pengolah makanan yang bekerja di hotel, restoran, dan industri terkait.

Belajar dari pengalaman negara-negara yang sukses dalam mengembangkan dunia kulinernya, para Chef Indonesia berusaha untuk terus mengembangkan sumber daya manusianya serta menjadikan kuliner Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Indonesian food heritage dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Sebab masakan Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, yakni pedas dan mengandung unsur-unsur rempah.

Selain itu, kayanya alam Indonesia mulai dari laut hingga darat merupakan potensi untuk terus mengembangkan seni kuliner khas Indonesia. Chef Indonesia dengan kemampuannya dapat menciptakan kreasi-kreasi yang inovatif. Mereka juga terus meningkatkan kemampuan yang menyangkut pengolahan makanan, terutama dari segi teknologi, keamanan, higienitas, komputer, dan komunikasi.

Negara Eropa adalah contoh yang cukup peduli terhadap kulineri di kawasan tersebut. Mereka mempertahankan European food heritage dengan membentuk European Chef Association, dimana segala kegiatannya langsung dilaporkan kepada parlemen. Kepedulian yang begitu besar tersebut sebaiknya menjadi contoh bagi pemerintah untuk terus mendukung pengembangan kuliner eksotis Indonesia. Dukungan media untuk terus mengeksplorasi dan mengapresiasi kegiatan kuliner Indonesia sangat penting dalam membentuk image positif. Selain itu, Indonesia harus memproteksi kekayaan dan kekhasan kuliner Indonesia secara berkelanjutan. Kampanye cinta makanan Indonesia perlu terus digalakkan. Mengutip apa yang disampaikan Barack Obama ?Yes, We Can? dan ?We Need Change?, semuanya tidak ada yang mustahil. Untuk menghasilkan produk kuliner yang lebih berkualitas, para Chef sudah sebaiknya untuk lebih mendalami hal tersebut. Pemahaman yang lebih baik mengenai teknologi pangan dapat membantu Chef dalam meramu dan mendesain makanan yang bermanfaat dan layak dikonsumsi. Selain itu, juga akan mempermudah dan memberikan jaminan mutu dan kemanan pangan dalam proses memasak.

Kerja sama antara Chef dan ahli teknologi pangan harus lebih dipererat. Pelatihan dan pembekalan kepada ?young Chef? akan meningkatkan kompetensinya di masa yang akan datang. Kerja sama juga terbuka untuk segala aktivitas yang berorientasi kepada pengembangan kulinari Indonesia. Kuliner Indonesia tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi perlu dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman.

Kuliner bukan sekedar keahlian

Bidang kuliner bukan hanya suatu bentuk keahlian, tetapi juga merupakan suatu ilmu yang berkembang menjadi pengetahuan baru. Para pelakunya bisa menciptakan sebuah kreasi, sistem, dan teknik yang lebih efektif dan efisien untuk menghasilkan resep-resep yang lebih berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Hal tersebutlah yang mendasari Chef Kelana menggeluti dunia kuliner yang telah dilakoninya sejak 1987.

Bercerita mengenai pengalamannya sebagai seorang Chef, dia memiliki pengalaman yang paling berkesan. Dimana pada suatu saat dia harus menciptakan makanan hasil kreasi sendiri sebagai satu set menu yang terdiri dari appetizer, soup, maincourse, dan dessert. Hal tersebut diinginkan oleh long staying guest yang secara khusus meminta Chef Kelana untuk memasak dengan menu berlainan setiap hari selama 3 bulan. Hasilnya adalah tamu tersebut cukup puas.

Mengenai kompetensi Chef-chef Indonesia, Chef Kelana berpendapat bahwa kompetensinya tidak kalah dengan Chef-chef asing. Namun, karena tidak adanya suatu succession plan dari industri perhotelan ditambah kurangnya rasa nasionalisme, banyak hotel yang masih menggunakan Chef asing. Succession plan sangat diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada ahli-ahli kuliner Indonesia agar bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri. ?Ahli matematika dunia yang berasal dari Indonesia saja banyak, namun Chef yang ?mendunia? belum ada?, kata Chef Kelana. K-8

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...